Thursday, October 31, 2013

Gede Pasek: Yang Saya Takuti Dipanggil Tuhan

Gede Pasek: Yang Saya Takuti Dipanggil Tuhan

Kamis, 24 Oktober 2013, 15:06 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika
Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Demokrat,  Gede Pasek Suardika mengaku tidak kekhawatiran, keterlibatannya di Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) bakal membuahkan sanksi dari Dewan Kehormatan (Wanhor) Demokrat.

Ia mengaku siap memenuhi panggilan wanhor jika memang diperlukan. "Yang saya takuti kalau dipanggil Tuhan. Kalau dipanggil wanhor saya justru merasa terhormat," ujar Pasek yang menjabat sebagai Sekjen PPI.

Namun, Pasek menekankan pentingnya obyektifitas. Menurutnya segala tindakan sanksi yang diambil wanhor terhadap kader harus didasarkan pada konstitusi yang ada di tubuh Demokrat seperti AD/ART dan fakta integritas.

Jangan sampai ada kesan wanhor memberi sanksi hanya kepada kader yang dekat dengan Anas Urbaningrum. "Harusnya ditunjukan keberimbangan. Jangan sampai ada kesan partai ini hanya untuk menghabisi orang-orang yang dekat Anas," katanya.

Pasek menegaskan dirinya merupakan kader yang baik di Demokrat. Ia menolak jika dianggap sebagai kader yang tidak loyal pada pimpinan partai. Menurutnya loyalitas harus diukur dari parameter yang obyektif yakni tingkat kepatuhan kader dalam menjalankan AD/ART maupun pakta integritas yang ada di partai.

"Saya ini kader yang baik, saya ini yang paling konsisten dalam pakta integritas. Loyalitas diukur dari audit kinerja. Itu parameternya bukan suka tidak suka," katanya.

Sunday, October 27, 2013

Sst...Loyalis Anas Bocorkan SMS Arahan SBY untuk Elite PD

Sst...Loyalis Anas Bocorkan SMS Arahan SBY untuk Elite PD

Ahmad Toriq,Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono mengirim SMS ke pengurus harian terbatas PD terkait serangan Anas Urbaningrum. SMS itu bocor.

Jubir Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Ma'mun Murod Al-Barbasy mengaku mendapatkan SMS itu.

"Jadi total SMS itu ada 10 poin. Saya dapat itu," kata Ma'mun kepada wartawan di lokasi konpers PPI di Bakso Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Ma'mun mengaku mendapat SMS itu dari salah seorang petinggi nasional. Dia tak mau mengungkap sumbernya.

"Adalah seorang petinggi nasional," ujarnya.

Dari 10 poin SMS SBY yang didapatnya, Ma'mun memposting satu poin dari SMS itu ke akun facebooknya. Berikut isi SMS SBY poin nomor 4:

Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi, pihak Anas terus-menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya untuk saya hadapi tindakan yang telah melampui batasnya itu. Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam & hancur. Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib & masa depan jutaan kader & anggota PD di seluruh Indonesia.

Saturday, October 26, 2013

Max Sopacua: Sindiran SBY untuk Anas

Max Sopacua: Sindiran SBY untuk Anas

Sabtu, 26 Oktober 2013, 17:23 WIB
Komentar : 0
Antara/Yudhi Mahatma
Max Sopacua
Max Sopacua

REPUBLIKA.CO.ID, BoGOR -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua menduga salah satu kritik yang disampaikan Ketua Umum DPP Demokrat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sengaja diarahkan kepada Anas Urbaningrum.

"Semua itu ada arahnya. Saat Pak SBY sampaikan itu saya langsung berpikir wah ini Pak Anas kena," kata Max kepada wartawan di sela acara Temu Kader Demokrat, Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (26/10).

Max mengatakan, kritik kepada Anas terjadi saat SBY menyayangkan sebagian kecil mantan kader yang kerap mengkritik Demokrat. Menurutnya meskipun kritik itu tidak secara eksplisit menyebut nama Anas, namun secara implisit arah kritik yang disampaikan SBY sudah cukup jelas.

"Memang beliau berbicara secara umum tidak menyebut nama. Tapi dari suasana terakhir kan bisa kita rasakan," ujarnya.

Sebelumnya saat menyampaikan sambutan di acara Temu Kader Demokrat, SBY menyayangkan sikap sejumlah mantan kader yang kerap menyerang Demokrat. "Sayang sekali yang menyerang sebagian kecil itu dulu juga pernah bersama-sama kita," kata SBY.

Sayang SBY tidak menjelaskan siapa mantan kader Demokrat yang mengkritik partainya. Dia hanya menekankan agar para kader lebih giat menyosialisasikan partai ke masyarakat.

"Saya keliling beberapa provinsi. Saya lihat pinggir-pinggir jalan. Atribut partai kita baliho billoboard minim sekali. Kalah jauh dibanding partai lain. Saya bukan salahkan siapa-siapa. Karena tidak semua kader kita diberi ruang media massa," ujar SBY.

Friday, October 25, 2013

Anas Bela Pasek dengan Kicauan Berjudul 'Tertuduh'

Anas Bela Pasek dengan Kicauan Berjudul 'Tertuduh'

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali berkicau di situs mikroblogging twitter. Kali ini Anas memberi judul rangkaian kicauannya dengan hastag 'Tertuduh'. 

Kicuan Anas ini ditujukan untuk membela Gede Pasek Suardika, koleganya di Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

Anas membuka kicuannya soal kondisi psikologis Pasek yang disebut sedang tertekan. Penyebabnya adalah nama Pasek disebut terlibat dalam penyebaran kabar penculikan mantan Ketua Umum PD Prof Subur Budhisantoso. 

Nama Pasek kabarnya disebut dalam SMS yang dikirim oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada pengurus teras PD.

"Pasek biasanya selalu ceria. Kemarin tak banyak bicara. Irit. Tampak kesal dan menahan marah," kata Anas saat berkicau, Jumat (25/10/2013).

Anas mengatakan dirinya menasehati Pasek soal kebenaran yang tidak bisa dikalahkan oleh tuduhan. Pasek hanya terdiam saat mendengar nasehat itu. 

"Kemarin saya bilang lagi, dituduh itu biasa. Yg penting adalah yakin bahwa kita tdk melakukan itu," kicau Anas.
Anas seperti memberikan kuliah soal perbedaan pendapat dalam berorganisasi, persahabatan dan pertemanan dirinya Pasek dalam akunnya @anasurbaningrum. "Dari dulu, saya dan Pasek mmg bersahabat. Ya sejak di Demokrat. Belum terlalu lama," terang Anas yang dalam setiap tweetnya.

Pasek sempat bercerita kepada Anas. "Kalau dipanggil Dewan Kehormatan, itu tdk masalah. Tp dituduh sebarkan berita penculikan , itu kan serius," kata Anas menirukan ucapan Pasek.

Anas kemudian memberikan jawaban kepada Pasek dengan menyindir seseorang yang disebut sebagai 'pembisik' SBY. "Itu kan info dari pembisik. Mungkin dalam hati Pak SBY juga tdk percaya," kata Anas lagi.

Mantan ketua HMI ini juga menyebut salah satu poin SMS SBY yang disebarkan kepada pengurus teras PD. Poin kedua dari SMS itu berisi "Saya mendengar bahwa pernyataan diculiknya Pak Boedisantoso itu dari Anas dan Pasek".

Anas: PPI Tak Ancam SBY

Anas: PPI Tak Ancam SBY

Jumat, 25 Oktober 2013, 18:49 WIB
Komentar : 0
Antara
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang juga anggota Dewan Pembina Subur Budhisantoso (kiri) bertandang ke rumah Anas Urbaningrum di kawasan Duren Sawit, Jakarta, Senin (25/2).
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang juga anggota Dewan Pembina Subur Budhisantoso (kiri) bertandang ke rumah Anas Urbaningrum di kawasan Duren Sawit, Jakarta, Senin (25/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) bentukan Anas Urbaningrum dinilai telah mengusik Partai Demokrat dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apalagi dengan kejadian belakangan ini dimana PPI langsung dihadapkan dengan Partai Demokrat terkait kabar penjemputan Subur Budhisantoso oleh Badan Intelijen Negaral (BIN).

Mengenai pendapat itu, Anas mempunyai penilaian lain. Ia mengatakan, PPI tidak mempunyai alasan untuk menyaingi atau menyerang Partai Demokrat. Karena, PPI adalah ormas. "Ormas tidak layak dijadikan saingan politik dari Partai Demokrat atau partai apapun juga," kata Anas, selepas acara diskusi di Rumah Pergerakan, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (25/10).

Anas juga menilai tak mungkin PPI akan membuat SBY terancam. Ia mengatakan, SBY merupakan presiden dalam dua periode terakhir. Ia juga menilai SBY sebagai pemimpin berpengalaman dan tokoh hebat serta teruji. "Beliau ketua partai besar. Pasti tidak terancam dengan PPI, masakterancam. Ini kan tempat kumpul," katanya.

Sebagai mantan ketua umum Partai Demokrat, Anas pun mengaku tidak mempunyai alasan untuk menyerang partai berlambang bintang mercy itu. Apalagi, ia mengakui, banyak teman-temanya berada di Partai Demokrat. Anas justru berharap teman-temannya di partai itu akan berhasil, terutama yang akan mengikuti pemilu legislatif mendatang.

Anas: SBY Perlu Hati-Hati dengan Info Pembisiknya

Anas: SBY Perlu Hati-Hati dengan Info Pembisiknya

Jumat, 25 Oktober 2013, 17:38 WIB
Komentar : 1
Republika/Aditya Pradana Putra
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut marah terhadap Organisasi Masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) bentukan Anas Urbaningrum. Tersebar isi pesan singkat yang disebut berasal dari SBY kepada jajaran petinggi Partai Demokrat.

Pesan SBY itu keluar setelah adanya pernyataan dari Pengurus PPI terkait penjemputan pendiri Partai Demokrat Subur Budhisantoso oleh Badan Intelejen Negara (BIN). Anas sudah membaca isi pesan tersebut dari pemberitaan di media.

"Dari pemberitaan yang jadi perhatian saya adalah poin nomor dua," kata Anas selepas acara diskusi di Rumah Pergerakan, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (25/10).

Ada beberapa poin dari pesan itu dan Anas menilai kemarahan SBY berpangkal pada poin kedua. Dalam pesan itu, SBY mengetahui mendapatkan informasi adanya penculikan terhadap Subur oleh BIN. Disebut kabar penculikan itu disebar oleh Anas dan politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika.

"Itu pangkalnya. Ketika beliau menerima informasi itu dan informasi itu salah atau keliru, tidak valid. Kemudian beliau marah," kata Anas.

Aktivis PPI, Muhammad Rahmad, yang menyatakan pernyataan tentang Subur sudah mengklarifikasi. Ia saat itu menyebut Subur 'dijemputi, bukan 'diculik'. Menurut Anas, wajar ketika SBY marah karena mendengar informasi adanya penculikan. Anas mengatakan, menyebarkan informasi penculikan jelas perbuatan jahat. "Karena informasinya salah, sehingga respons beliau menjadi kurang pas," ujar dia.

Anas jadinya bersimpati pada SBY dengan situasi seperti sekarang ini. Menurut dia, SBY menjadi korban dari informasi yang salah. "Saya berharap, yang memberikan informasi meminta maaf kepada Pak SBY. Karena informasi itu tidak benar atau tidak valid," katanya.

Mengenai pesan yang tersebar ke media, Anas meyakini itu merupakan pesan dari SBY kepada jajaran elite Partai Demokrat. Ia mengatakan, juru bicara presiden pun sudah mengkonfirmasinya. Anas juga percaya karena mengenal struktur penulisan, kalimat, gaya bahasa, dan subtansi isi pesan tersebut.

"Saya percaya itu dari Pak SBY," ujar mantan ketua umum partai berlambang bintang mercy itu.

Anas: Sudah Biasa SMS SBY Bocor ke Publik

Anas: Sudah Biasa SMS SBY Bocor ke Publik

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Eks Ketum PD Anas Urbaningrum angkat bicara soal tindakan loyalisnya membocorkan SMS dari SBY ke elite PD. Menurut Anas, sudah biasa SMS arahan SBY ke elite PD terungkap ke publik.

"Gaya bahasa, substansi, saya percaya SMS itu dari beliau kepada jajaran petinggi Demokrat. Dan di SMS itu tidak ada status rahasia, dijelaskan penerima SMS saja, sehingga kalau SMS itu tersebut dan diketahui publik itu biasa saja," kata Anas di Rumah Pergerakan, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (25/10/2013).

Anas mengungkap di internal PD sudah biasa SBY mengirim arahan dalam bentuk SMS. Sudah biasa juga SMS tersebut terungkap ke publik.

"Pernah ada SMS Marzuki, pernah SMS dari Arab Saudi, bahkan ada pidato lengkap di forum tertutup itu dimuat media massa," kenangnya.

Sedangkan terkait poin ke 4 yang disebar ke media tentang kemarahan SBY kepada dirinya, Anas menduga karena salah informasi yang masuk. Karena dirinya dianggap menyebar fitnah Prof Subur dijemput BIN.

"Poin 4 itu berasal poin dua ketika dapat informasi Anas dan Pasek menyebarkan berita penculikan Subur beliau percaya, ya wajar bilang Anas jahat. Karena orang yang menyebar fitnah itu jahat," katanya.

Tuesday, October 22, 2013

Anas Berkicau Soal Elektabilitas PD dan Musim Jokowi

Anas Berkicau Soal Elektabilitas PD dan Musim Jokowi

detikNews  · by Muhammad Taufiqqurahman
Senin, 21/10/2013 13:08 WIB
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum berkicau soal turunnya elekabilitas PD di survei terakhir. Anas menilai ‘Jokowi Effect’ penyebab turunnya elektabilitas PD.”Pak SBY menjadi Ketum hasil KLB pada akhir Maret 2013, angka PD 11,7 persen. Skrg, Oktober 2013 angka PD 9,8. #angkabicara,” tulis Anas diakun mikroblogingnya @anasurbaningrum, Senin (21/10/2013).Anas menjelaskan dengan iklim politik saat ini, para petinggi PD diminta untuk bekerja makin keras. Ada dua hal yang menurut Anas harus menjadi perhatian serius yaitu angka kepuasan publik kepada pemerintah yang tidak kunjung naik bahkan disebut terus menurun.”Kedua, hadirnya “musim politik” baru, yakni “musim politik” Jokowi. Ada tanda harapan publik bergerak menuju Jokowi,” kata Anas.Menurutnya, angka kepuasan publik terhadao Pemerintah selalu terkait erat dengan elektabilitas partai pemerintah. “Ini hukum besi politik,” ujarnya.”Kalau sekarang PD angkanya 9,8 persen, itu tidak aneh. Mudah dikonfirmasi dng angka kepuasan publik kpd Pemerintah. #angkabicara,” Imbuh Anas dalam kicauannya.Pada akhirnya, Anas menilai PD pernah menikmati masa jayanya di tahun 2009 dengan tingkat kepuasan publik yang tinggi dan mengantarkan PD menjadi juara pemilu. Kicauan Anas ini selalu diberikan hastag ‘angka berbicara’ yang merujuk pada survei politik soal elektabilitas parpol.

Sunday, October 20, 2013

Anas 1.000% Siap Ditahan, PD: Biarkan Proses Hukum Berjalan

 news.detik.com

Anas 1.000% Siap Ditahan, PD: Biarkan Proses Hukum Berjalan

Jumat, 18/10/2013 19:45 WIB

Anas Urbaningrum.
Jakarta - Anas Urbaningrum menyatakan 1.000 persen siap ditahan KPK. PD menilai pernyataan mantan ketumnya tersebut adalah komitmen untuk selalu kooperatif terhadap proses hukum.

"Itu menunjukkan kesiapan lahir batin. Biarkan proses hukumnya berjalan," kata Waketum PD Max Sopacua saat dihubungi, Jumat (18/10/2013).

Menurut Max, pernyataan Anas menunjukkan dia siap menjalani proses hukum di KPK. Max tak khawatir jika penahanan Anas nantinya akan memberi efek negatif bagi elektabilitas PD.

"Saya kira tidak ada," ujarnya.

Max juga tak menganggap kalimat Anas yang menggunakan kata '1.000%' sebagai sindiran. Namun, dia berharap agar Anas mengurangi kalimat-kalimat ofensif ke PD.

"Ekspresi politik Pak Anas memang menunjukkan dia sebagai politisi canggih. Tapi kita harus sama-sama cooling down, jangan banyak letupan. Saya kira nggak perlu lah. Kita masih berteman, ini kan cuma berbeda pendapat," ujarnya.

Anas Harap Istana Ungkap Sosok Bunda Putri

 republika.co.id

Anas Harap Istana Ungkap Sosok Bunda Putri

 Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjawab sejumlah pertanyaan wartawan setibanya di gedung KPK, Jakarta, Senin (6/5).  (Republika/ Adhi Wicaksono)

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjawab sejumlah pertanyaan wartawan setibanya di gedung KPK, Jakarta, Senin (6/5). (Republika/ Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengharapkan kalangan Istana mengungkap sosok Bunda Putri, jika telah melakukan investigasi tentang sosok yang disebut-sebut mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq pada persidangan kasus suap impor daging.

"Simpang siur di masyarakat yang terjadi sekarang ini obatnya satu, dijelaskan informasinya dan diklarifikasi," kata Anas setelah sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (18/10).

Anas mengatakan, dengan mengungkap siapa sosok Bunda Putri itu, kecurigaan masyarakat pun mengenai hubungan Bunda Putri dengan para pejabat negara dapat terhindarkan.

"Publik tentu pasti ingin tahu, apalagi sudah tersebar foto-foto dengan pejabat, jadi sebenarnya untuk menghindari kecurigaan itu ya diklarifikasi," katanya.

Anas sebagai mantan Ketua Umum Partai Demokrat mengklaim tidak tahu menahu dan tidak mendengar siapa sosok bunda putri tersebut. "Yang saya tahu, Bunda itu adalah Ibu saya, yang lainnya tidak tahu," ujarnya.

Nama Bunda Putri mencuat setelah pada sidang 10 Oktober 2013, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq menyebutkan bahwa Bunda Putri mengenal Presiden SBY dan dapat memberikan informasi akurat mengenai kebijakan pemerintah.

Presiden Yudhoyono sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa pernyataan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tidak benar, dan ia sama sekali tidak mengenal sosok Bunda Putri yang namanya dikaitkan dengan dirinya.

Mengenai keterangan bahwa ada orang yang disebut Bunda Putri dekat dengan Presiden, SBY mengatakan seharusnya perangkat lembaga kepresidenan mengetahui hal itu.

Presiden mengatakan, dirinya telah mencek semua perangkat lembaga kepresidenan, ajudan, keluarga bahkan catatan-catatan pesan singkat melalui telepon selular, daftar tamu yang ingin bertemu Presiden dan hal lainnya, namun semuanya tidak menunjukkan adanya orang yang disebut Bunda Putri.

Saturday, October 19, 2013

Anas 1000 Persen Siap Ditahan, Ruhut: Katanya Siap Digantung di Monas?

 detik.feedsportal.com

Anas 1000 Persen Siap Ditahan, Ruhut: Katanya Siap Digantung di Monas?

Sabtu, 19/10/2013 11:18 WIB

Jakarta - Kesiapan 1000 persen Anas Urbaningrum untuk ditahan KPK mendapat respon dari politikus Partai Demokrat. Ruhut menanggapi enteng pernyataan mantan kolega separtainya itu.

"Kalau Anas mengatakan 1000 persen siap ditahan, itu perkataan orang frustasi," kata Ruhut saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/10/2013).

Ruhut menilai, Anas frustasi karena satu hal. Pada beberapa waktu yang lalu, Anas pernah berujar siap digantung di Monas. Ini ditagih Ruhut.

"Dulu dia siap digantung di monas kan?" ujar Ruhut setengah bertanya.

Anggota Komisi III DPR ini menasihati agar Anas sebaiknya legowo menerima kenyataan, tak perlu sesumbar dengan berlebihan. "Siapapun kalau jadi tersangka pasti menghitung waktu untuk ditahan. 
Kita miris dengar statement dia," pungkasnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore" pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV